Posted by: ammar | January 22, 2009

Ayahku sayang .. idolaku

Dear Teman, kali ini aku akan bercerita tentang seorang lelaki yang sangat amat berpengaruh di dalam hidupku, mungkin, kali ini terkesan sangat amat pribadi, tetapi aku takut apabila cintaku hanya tercatat di otakku maka sewaktu-waktu bisa terkikis hilang seiring waktu. Ini adalah kisah seorang pria yang keras kepala dan egois, pria yang mencintai Allah dan mengajak keluarganya untuk mencintai Allah, pria yang punya pendirian sangat amat keras dalam hal agama, bahkan sering mengakibatkan perbedaaan pendapat, tapi hal ini yang aku kagumi dari beliau dan aku rasa bangga untuk aku miliki.

Ya, pria ini adalah sosok manusia kedua yang menjadi idolaku setelah Rasulullah Muhammad S.A.W, pria ini adalah manusia biasa yang penuh dengan kekhilafan dan keterbatasannya sebagai manusia, beliau mengajarkanku betapa berharganya ilmu dan akhlaq dibanding harta atau apapun, beliau yang mengajari untuk marah pada saatnya dan teramat pemaaf dan cepat melupakan kesalahan orang lain, ya, dia adalah Ayahku.

Teman, kalau mau jujur, sosok ayah bukanlah figur favorit dari sebagian besar waktuku, khususnya saat aku kanak-kanak, setidaknya itulah yang ada dibenakku saat aku masih balita, anak-anak, remaja, dan hampir dewasa. Sosok itu sangat jauh dengan sosok ibuku yang seperti malaikat kala itu. Tetapi waktu menunjukkan bagaimana beliau memposisikannya.

Teman, hari ini sebuah SMS masuk ke handphone-ku, dan itu di kirim dari handphone ayahku, dan tahukah apa yang ia goreskan disitu “Mau sehat murah rezki jangan lupa shalat 5 waktu awal waktu juga shalat tahajud dan shalat duha insyaallah”. Ya, ini bukan kali pertama beliau mengirim sms seperti ini, banyak hadist dan doa-doa yang selalu beliau kirimkan dan beliau anjurkan untuk di baca, bahkan saat aku akan menikah, beliau sempat-sempatnya mengkopikan buku doa-doa dan memberikan kepadaku.

Hampir keseluruhan pola hidupku, aku dapatkan dari tuntunan beliau, semua hal yang sangat amat aku benci di waktu kecil, baru aku rasakan sekarang manfaatnya. Aku menjadi gila membaca; ya, ayah sedari aku kecil, hampir setiap hari membelikan majalah, buku cerita, donald bebek, bobo untuk di baca, tetapi tetap saja aku selalu kehabisan bahan bacaan, bahkan ketika berkunjung ke tempat keluarga, dan cukup beri saja aku satu buku cerita dan aku akan betah di kamar seharian. Setiap hari jumat ayah selalu membelikan buku bacaan agama yang dia beli dari masjid selepas sholat jumat.

Sedari kecil aku sudah dibangunkan sedari pagi, ya. Setiap subuh aku dibangunkan oleh ayah, ratusan kali aku selalu mengumpat, menggerutu apabila dibangunkan (ampuni aku ya Allah), tetapi ayah tidak pernah lelah, bahkan tidak pernah takut apabila aku jadikan musuh nomer satu kala itu. Sampai akhirnya aku juga senang mendengarkan musik rock/barat yang diputar saat subuh di salah satu televisi swasta sebelum televisi tersebut mulai siaran, tetapi ayah tidak pernah marah dan protes, seperti halnya Buya Hamka yang tidak melarang anak perempuan tak berjilbab bermain-main di dekat masjid, karena semua itu ada prosesnya, ayah menjadikan kesukaanku terhadap musik rock membuat aku bangun pagi dan bisa melaksanakan sholat subuh sebelumnya, karena aku masihlah anak-anak, seperti Buya Hamka yang beranggapan asal anak-anak itu mau mendekati masjid, maka lama-kelamaan mereka akan mengerti dengan sendirinya.

Disiplin dan tepat waktu adalah satu hal yang beliau ajarkan sedari kecil, jadual tidak tertulis di hidupku harus aku penuhi, beliau akan sangat marah apabila aku tidak belajar mengaji seusai shalat maghrib, aku tidak menggosok gigi sebelum tidur dan aku tidak belajar untuk keesokan harinya. Beliau juga orang yang sangat bisa menepati janji, pemberi pujian dan penghargaan terbaik kepada apa yang aku lakukan, memberi hadiah apabila aku tidak batal puasa, aku juara kelas, sampai aku mengerti dan hikmahnya mengalir padaku.

Ayah juga yang menanamkan jiwa imaginasi di otakku, sejak kecil beliau selalu membelikan kaset cerita, speedy sitikus cerdik, sicantik dan siburuk rupa, dsb, dimana cerita audio akan membuat pikiran kita lebih berimajinasi dan bervariasi, dibanding dengan visualisasi yang marak disertai acara televisi yang sangat tidak layak, apalagi saat ini. Beliau pula yang mengajarkanku untuk berbagi walaupun sedikit, berusaha memberi dan bukan memintal, baik ilmu dan materi.

Ah, jikalau harus di tuliskan maka aku rasa tidaklah cukup waktu untukku menceritakan semuanya, biarlah ajarannya mengalir dalam darahku dan insyaALLAH bisa aku teruskan untuk anak-anakku kelak, walaupun kemungkinan aku harus menjadi musuh nomer satu mereka disaat-saat tertentu, dan aku hanya berdoa agar Allah memberikan kemuliaan kepada beliau dan mengasihinya sebagaimana beliau mengasihiku. Amin ya Allah.


Responses

  1. Amin :)

  2. aammiiin, sukses buat bang ammar dan keluarga

  3. amien…


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: