Posted by: ammar | June 13, 2007

Si anak

Dahulu kala di negeri Antah Berantah, hiduplah seorang anak kecil yang tinggal bersama orang tuanya, anak ini memang sedikit berbeda, dia lebih suka menyendiri dan bermain dengan imajinasinya, dia bercita-cita menciptakan robot, membuat berbagai peralatan yang tidak masuk akal bahkan bagi orang dewasa kala itu, sang anak menempuh pendidikan sebagaimana anak lainnya, satu hal yang aneh adalah si anak kecil ini mampu beradaptasi dengan lingkungannya meskipun dia yang termuda di sekolahnya, dia hampir selalu menjadi juara kelas, tapi salah satu kekurangannya adalah dia tidak suka pelajaran teori, karena dia malas menghapal dan baginya menghapal hanya menghabiskan memori karena disaat kita melakukannya di kehidupan nyata kita bisa membaca, dia berpikir memorinya lebih baik digunakan untuk menyimpan berbagai hal yang memacu logika, pemecahan masalah dsb.

Tibalah disaat si anak yang sudah beranjak dewasa ini tamat dari jenjang sekolah tertinggi, nilainya tidak istimewa tetapi tidak buruk, dikarenakan si anak mulai tidak menyukai mata pelajaran yang bersifat satu arah, dimana semua jawaban ada kunci jawaban dengan penilaian yang mutlak sama, di saat dia akan melanjutkan kuliah, dia telah memilih untuk melanjutkan ke teknik elektro karena salah satu mimpinya untuk membuat robot harus ia wujudkan, tiba-tiba ada sayembara dari salah satu tempat kuliah yang menyebutkan apabila berkuliah disana dia tidak perlu membayar dan malah akan mendapat bayaran, sayembara ini dibawa oleh adik sang ibu dan karena cintanya sang ibu kepada si anak dan mengkhawatirkan masa depannya maka si ibu meminta agar anaknya mau berkuliah disana, meskipun sang anak sangat ingin berkuliah di tempat idamannya dan dia telah lulus ujian masuknya, tetapi karena cintanya kepada sang ibu maka sang anak pun memilih untuk memenuhi sayembara itu dan bisa ikut memenangkannya.

Bersama hampir puluhan anak-anak jenius lainnya si anak pun mulai menjalani masa masa kuliahnya, di tahun pertama sang anak mampu masuk di jajaran anak dengan nilai terbaik, tetapi disaat tahun kedua si anak mulai goyah, si anak mulai kehilangan arah, si anak menyadari jika ini bukanlah yang ia cari, sang anak merasa terlalu banyak perbedaan dengan dirinya. Nilai sang anak mulai jatuh, bahkan dia terancam di keluarkan karena nilai salah satu mata kuliah tidak memenuhi dan hampir saja harus mengikuti ujian susulan, kondisi sang anak teramat payah , hampir tak ada semangat disana. Tetapi lagi-lagi cinta kepada sang ibulah yang membuat sang anak bertahan, dan tetap melanjutkan kuliah di sana dan berusaha untuk lulus, juga sejak saat itulah sang anak menemukan jati diri dan semangat baru, dia menekuni teknologi yang bahkan oleh sebagian orang dianggap aneh tetapi pelan-pelan sang anak belajar secara otodidak, dia rela menabung dan dengan bantuan sang ibu tercinta dia berhasil mendapatkan mesin yang bernama komputer yang telah menyita hari-harinya. Sang anak tidak pernah menyalahkan sang ibu yang membuatnya meninggalkan kesukaannya, dia tidak menyalahkan pembuat sayembara dengan iming-iming yang ternyata berbeda, si anak tetap maju belajar sendiri tiada henti dan lelah sampai akhirnya dia lulus dengan hasil yang tidak terlalu mengembirakan, si anak berada di jejeran terbawah.

Sesuai dengan sayembara, maka sang anak harus langsung bekerja di istana, beruntunglah sang anak ditempatkan di kementrian penelitian dan pengembangan, saat itu sang anak sedikit bersemangat dan berusaha bangkit serta tidak melupakan ilmu baru miliknya yang dia pelajari sendiri, saat-saat pertama membuat sang anak tertantang dia bekerja riang gembira mendapatkan saudara-saudara baru yang lebih berpengalaman, diajarkan banyak hal bahkan rela menginap di istana untuk menyelesaikan berbagai tugasnya, saat itu sang anak hanya tahu menghabiskan waktu untuk berkembang. Lama-kelamaan sang anak mulai merasa aneh, ada aura hitam menyelimuti istana dan sang anak masih belum mengerti, yang dia rasakan hanya kejanggalan dimana-mana. Tahun kedua di istana sang anak menyadari banyak para satria stana yang dikirim ke pelosok negeri bahkan ada yang tidak kembali, sang anak bahkan merasa sedih karena para gurunya telah pergi meninggalkan istana, bahakan berganti dengan para jawara dari istana lain yang menjadi punggawa di istana. Sang anak tetap tidak perduli dan merasa ini hanya sementara dan berharap suatu saat akan berubah, para punggawa pun tidak pernah akan peduli terhadap sang anak yang tidak memberikan keuntungan apa-apa kepada mereka. Tetapi oleh karena itu sang anak makin pesat memacu diri untuk berkembang dengan harapan bisa berjuang di luar istana, maka sang anak pun memutuskan untuk menuntut ilmu di tempat lain dan disini sang anak memilih komputer sebagai fokusnya.

Ditahun ketiga awan pekat makin terlihat menyelimuti istana, sang anak mulai mengerti jika mereka tidak menciptakan apa-apa, bukan karena para satria yang terpilih oleh sayembara tidak mampu membuatnya, tetapi karena para punggawa tidak perduli pada mereka dan lebih suka mengimpor barang dan mendapatkan pajak yang besar. Si anak mulai merasa lelah dan tak berdaya di istana dan akhirnya mencoba mencari cara untuk keluar istana, tetapi cinta kepada sang ibu yang membuatnya bertahan dan lagi lagi bertahan. Tibalah ditahun keempat dimana sekarang giliran sang anak yang di kirim ke negeri jajahan, sang anak cukup kaget dikarenakan tidak ada pemberitahuan atau bahkan diskusi tentang ini, sementara kemampuan sang anak makin pesat dan berkat kemampuannya sang anak berkeliling negeri untuk membagi pengetahuannya tentunya tanpa sepengetahuan dari pihak istana dan para punggawa. Di negeri inipun sang anak merasakan jika pengabdiannya tidak mungkin maksimal karena ilmunya tidak akan dapat di pergunakan maksimal, lagi lagi sang anak menyayangkan bahwa kementrian pekerjaan tidaklah serius menempatkan para satria, bahkan karena hal itu salah seorang saudara seperjuangan si anak sewaktu kuliah terpaksa kabur.

Ditahun keenamnya, akhirnya kemampuan sang anak diketahui oleh para punggawa dan sekali lagi tanpa adanya dialog atau diskusi sang anak langsung di panggil kembali ke istana, sang anak di tempatkan di kementrian baru yang entah kenapa dipikiran sang anak sangat lebih-lebih tidak sesuai pekerjaannya dengan namanya. Jiwa sang anak berontak, sang anak merasa sudah saatnya ilmunya dimanfaatkan, dikembangkan, dan bisa mendapatkan dukungan penuh, sang anak bersusah payah membujuk sang ibunda, berkali-kali sang anak meminta dan meyakinkan bahwa sang anak akan lebih berguna buat rakyat dan orang banyak jika bisa mengembangkan ilmunya, dan karena cintanya sang ibu pun merestui keinginan anaknya seraya beribu-ribu kali mendoakannya. Sang anak yang merasa berhutang budi pada istana pun meminta kesediaan para punggawa untuk megijinkannya meninggalkan istana dan mengembara serta berjanji apabila istana membutuhkannya suatu saat maka dengan segenap hati dan kemampuan dia akan membantu, disamping itu sang anak merasa tidak ada bedanya dengan para satria lainnya yang dikirim oleh para punggawa, ditempatkan dan bahkan banyak satria yang mengabdi di istana lainnya. Sang anak berusaha sebisa mungkin menemui para punggawa dengan harapan tidak dituduh sembarangan, sementara awan hitam terlihat semakin pekat ditambah dengan perubahan beberapa kementrian di istana.

Sang anak pun menunggu persetujuan dari para punggawa yang merasa bahwa sang anak bisa jadi seperti sekarang karena jasa dan dukungan dari mereka, lalu apakah sang anak akan kabur jika persetujuan tak kunjung turun ?

ingat ! cerita ini hanya fiksi belaka, apabila ada kesamaan karakter atau jalan cerita itu adalah suatu kebetulan … ehm.. ehm


Responses

  1. allahu akbar…..

    masih ada anak yang sangat berbakti kepada ibunya.
    semoga surga menjadi tempatnya kelak bersandar setelah menempuh perjalanan di dunia…

    semoga diantara kepekatan awan hitam di istana tersebut, si anak masih mendapatkan indahnya alam di luar istana, kicauan burung, gemericik air terjun yang sejuk…. agar hitamnya istana tidak membuat hitam hati si anak…

    semoga para punggawa istana dibukakan jendelanya untuk melihat betapa indah dunia di luar dan betapa nestapanya para ksatria di istananya bahkan ksatria-ksatria yang di “upetikan” kepada istana raja lain yang ternyata banyak yang diliputi awan pekat bahkan lebih pekat dari awan di istananya dahulu.

    semoga si anak yang telah menjadi menjadi ksatria mandraguna bisa bertemu dengan ksatria-ksatria terdahulu dan bersama-sama mempergaharui istana hitam atau membangun istana baru yang arif, damai dan tenteram……

    the end.

  2. leobmiteos : insyaALLAH, anak-anak yang dilahirkan dan di besarkan dari keberkahan rizqi dan doa dari orang tuanya kali yah bos, amin

    istilah “UPETI” kayaknya pas banget yah🙂

    amin , semoga semua keberkahan bagi kita semua, amin

  3. he..he.. sekedar nambahin cerita tentang si Ksatria…

    si ksatria yg diupetikan karena merasa dibebaskan dari perbudakan langsung bermimpi yang indah2….
    maju ke medan perang dengan strategi paling jitu ….
    mau pake pedang dan tameng dari mpu terbaik…
    namun ternyata,
    di medan perang sang majikan baru malah tidak peduli..
    mau perang atau tidak,
    dan bahkan pake pedang atau tameng saja tak tahu harus bagaimana.. setiap hari memandang wajah2 lesu dan lelah
    kastria lain yang kalu ditanya …. “sudah biasa”. malah kadang bertanya..jadi perlu pedang dan tameng toh?

    memang rasanya enakan jadi petani yang nyangkul ladang sendiri, dagang hasil keringat sendiri pikir si ksatria.
    sekarang sang ksatria berharap tak mati di medan perang,
    pulan membawa kemenangan dan kemudian hidup damai dan tentra di pedesaan bersama anak dan istri tercinta…

    the end

  4. Yang penting istiqomah ya abang..
    Insya ALLAH smua dah ada jalannya🙂
    Ga cuma si Anak itu yang ngerasain kayak gitu..di istana itu..
    Who’s the next? ;p
    Yang penting bersyukur ma yang udah di dapet sekarang🙂
    Sukses ya sayang..

  5. alhamdulillah para dayang istana juga turut mendo’akan…

  6. dedek: makasih ya hun atas support, dan doanya

  7. leobmiteos: hihihi, katanya sih dah emansipasi, ntar pada protes loh kakak sepergururan, mereka kan juga ksatria (apa ksatriawati yah sebutannya)


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: