Posted by: ammar | August 21, 2007

Nonton siaran berita?

Dahulu kala (saat gw masih pake seragam putih merah, putih biru, dan putih abu-abu) gw adalah salah satu pembenci siaran berita di televisi, saat itu televisi nasional kita masih mendominasi siaran swasta dengan berbagai siaran berita (berita malam, dunia dalam berita, dsb) yang disajikan. Sehingga, disaat gw sedang asyik-asyiknya menonton siaran film di salah satu televisi swasta yang berlangsung dari pukul 20.00 ,dan seyogyanya selesai pada pukul 22.00, maka mau tidak mau akan terpotong oleh salah satu siaran berita dari televisi nasional selama kurang lebih 30 menit, belum lagi apabila ada liputan khusus😦, maka kemungkinan untuk melanjutkan menonton akan terhenti, karena otomatis sudah memasuki waktu tidur.😦

Gw juga yang ikut bersorak-sorai saat siaran berita itu tidak lagi mendominasi siaran di televisi-televisi swasta pada jam-jam krusial(gw tidak ingat penyebabnya) . Sehingga gw leluasa untuk menonton siaran yang di suka sampai tepat jam gw harus tidur, biasanya Ayah yang merasa kehilangan karena tidak bisa menonton siaran berita (maklum televisinya masih satu kala itu), dan ayah biasanya meminta agar di pindahkan ke siaran berita saat iklan di televisi swasta, sampai aku pernah berpikiran jika orang tua itu emang tontonannya adalah siaran berita, hehehehe.

Tetapi, ternyata semua itu tidak benar, sudah lebih dari 5 bulan ini stasiun televisi yang aku tonton dengarkan adalah salah satu stasiun televisi yang isinya sebagain besar adalah siaran berita (bahkan ada yang di sampaikan dalam 3 bahasa), dari pulang kantor sampai malam, baik sabtu dan juga minggu (terkecuali saat ada pertandingan sepakbola), bahkan acara favoritku terdapat di stasiun televisi ini (Republik BBM dan “tendang” Andy). Aku belum terlalu tua untuk membuktikan bahwa statemenku dulu 100% benar, tetapi siaran televisi saat ini sebagian besar berisikan (maaf) “sampah” (siaran gosip, siaran kriminal yang terlalu vulgar sampai rekonstruksi, belum lagi sinetron-sinetron yang sama sekali jauh dari kenyataan), tidak seperti dulu dimana banyak tayangan untuk anak-anak, banyak film yang memberi inspirasi seperti Macgyver, Nicodemus Legend, dan banyak lagi.

Dan inilah yang aku lakukan sekarang, menonton mendengarkan siaran berita saat televisi menyala. Dan aku belumlah terlalu tua🙂.

Please Give back our TV program!!!!”


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: