Posted by: ammar | February 6, 2009

Kekantor hari ini

Kekantor hari ini gw naek transjakarta (bukan naik motor seperti biasanya karena satu dan lain hal), bukan berarti gw baru pertama kali ini naik transJakarta, tetapi sesungguhnya adalah gw sudah lama tidak menggunakan angkutan ini, dan tahu tidak ada dua hal baru bagi gw saat menaikinya kali ini, gw naik transjakarta koridor VI.

Naik dari terminal paling ujung selatan jakarta ini, gw menemukan bahwa kali ini terdapat 2 jalur antrian, yang satu lebih panjang dan meliuk dan terlihat legal, dan satu jalur lagi yang horizontal terlihat lebih pendek dan keduanya menuju pintu yang sama. Gw tentu saja memilih yang “terlihat legal” dan mengantri cukup panjang sampai akhirnya mengerti bahwa, apabila kursi transjakarta telah terisi penuh maka barisan antrian kedua baru di perbolehkan masuk ke bus, dan antrian pertama harus berhenti.

Ya, 1 jalur untuk penumpang duduk, dan 1 jalur lagi penumpang berdiri, terkesan lucu🙂 meskipun harga tiket sama, tetapi setidaknya gw lebih melihat dampak positif dengan barisan yang lebih rapi dan tanpa desakan-desakan berlebih dan tanpa teriakan kernet “yang mau cepat dan bediri” , sampai ada beberapa org lari bergegas menabrak yang lain😀, ya… ini lebih efisien dan simple tetapi sayangnya baru gw temui di shelter pertama saja, akhirnya gw putuskan pindah antrian, toh deket ini,.

Yang menarik dan terkesan mengerikan selanjutnya adalah saat perjalanan, diantara sesak penumpang yang masih seperti dulu maka gw mulai mengeser menuju pintu sebelah kanan untuk turun karena terminal yang gw tuju sudah dekat, tiba-tiba seorang lelaki berujar “mas turunnya sebelah kiri”, setengah tidak percaya gw tetap maju sampai akhirnya lelaki tersebut berkata “busnya pindah jalur kok”, secepatnya gw melihat keluar dan mendapati bahwa benar bus tersebut pindah jalur, dan transjakarta yang berlawanan arah terlihat menggunakan lajur umum.

Dengan tetap mendengarkan ipod gw, setengah bergumam “buset, gimana kalo tabrakan” dan sambil mengenang kasus kereta api “di adu” baru-baru ini membut gw hanya bisa geleng-geleng. Setelah turun, gw baru menyadari bahwa jalur sah milik transJakarta telah dipenuhi (macet) kendaraan umum dan pribadi lainnya, memang gw tidak tanggap lingkungan, soalnya sewaktu di dalam bus yang gw liat kanan kiri atas bawah adalah manusia. heheh

Ya, itu dua hal yang “baru” buat gw.. hehehe


Responses

  1. Hmm..pasti abang ga ngeh deh..ada satu jalur lg..yaitu jalur buat ibu hamil n pastinya dapet tempat duduk soalnya antriannya sebelum antrian orang normal :p cuma ga dsemua halte ada😀 dd pernah ngantri djalur khusus itu kok,hehe..

  2. nyadar seh bun, tapi kan itu dah dari dulu dah ada🙂 jadi bukan yang baru. …

  3. waw,..
    jakarta emank bgitu mobil2 pribadi ga tw jalur, mengejar kepentingan pribadi😀 hehe…
    om founder salam kenal yach😀
    mw belajar dr om:D

  4. oh jadi jakarta kayak gitu yah?

  5. @_subhan_: salam kenal juga, nah yang jadi masalah adalah terkadang para aparat mengijinkan bahkan mengajak untuk memasuki lajur tersebut loh

    @newbiedika: betul.

  6. untung kanan kiri masih manusia,
    coba kalo yang lain.
    repot juga tuch…🙂


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: