Posted by: ammar | April 17, 2009

Pemilu 2009 dan fenomena para calon pemimpin

“Pemilihan umum telah memanggil kita” – Jaman dahulu kala setiap mo lima tahun pasti ada lagu ini, bekgron lagunya di tipi juga “warna”-nya jelas kala itu🙂. Yah, untungnya gw ga ikutan milih kala itu, karena pertama kali gw milih adalah di 1999, setelah mulai membludaknya jumlah parpol yang ada.

Tahun ini kembali terjadi pemilihan umum, walau teman-teman semua pasti sudah bosan dengan cerita mengenai ini, begitu juga betapa bosannya gw melihat seputar berita mengenai ini di televisi baik pada acara yang bener-benar acara “news”, sampai acara gosip.

Tahun ini gw di paksa untuk tidak memilih, karena apa? nama gw tidak termasuk dalam DPT, dan ternyata puluhan atau bahkan jutaan orang di negeri ini juga mengalami hal yang sama?. Satu hal yang sangat gw sayangkan, bukan karena gw tidak mau ikut memilih, tetapi pada kenyataannya gw dipaksa untuk tidak memilih.

Yang menjadi sorotan gw adalah lebih kepada banyaknya caleg-caleg yang umumnya menjadi target pemerasan parpol (dengan metoda kalo mau di calonkan harus bayar “jatah preman”) yang menjadi sakit-jiwa, stress, bahkan sampai bunuh diri. Betapa sedihnya kit amemiliki calon-calon pemimpin seperti ini, pahamilah untuk menjadi berarti, tidak berarti harus menjadi pimpinan, setiap kita di beri kelebihan masing-masing, jadi kalo mental sendiri belum siap untuk memimpin diri sendiri, maka jangan coba-coba untuk mencalonkan diri untuk memimpin umat.

Sewaktu smu gw sering membaca kisah para sahabat yang menolak keras dan takut apabila di tunjuk untuk menjadi pemimpin, takut bukan karena tidak pantas, tetapi takut “tidak sempurna” untuk menjalankan amanah. Sangat banyak sekali teladan para pemimpin islam yang gagah perkasa itu menolak untuk di calonkan baik sebagai pemimpin perang, atau sebagai penerus Rasulullah sebagai khalifah. Lihatlah pada diri Abu bakar, Umar, Ustman, Ali, bahkan sampai kepada khalifah Umar bin abdul aziz.

Mereka adalah para pemimpin umat yang tidak pernah meminta untuk di pilih, apalagi sampai membangga-banggakan diri dan menjatuhkan orang lain hanya demi tujuan untuk terpilih. Dan mereka adalah para pemimpin yang sangat berkualitas dan bersungguh-sungguhdalam menjalankan amanah, hanya karena mereka takut kepada Allah, dan sejarah telah membuktikan mereka sebagai pemimpin terbaik umat.

Wahai Allah, kami rindu pemimpin-pemimpin besar yang takut kepada Engkau, yang mencintai dan rela berkorban demi rakyatnya.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: